Banner 468 X 60

Jumat, 27 Agustus 2010

Di Jatim Ada Daging Sapi Dioplos dengan Babi dan Kera


Alam Islam - Daging oplosan mulai tersebar dan ditemukan di beberapa wilayah Jawa Timur. Pemprov Jatim mengingatkan pada semua lapisan masyarakat agar waspada terhadap keberadaan daging oplosan.

Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, yakin daging oplosan itu tak hanya ada di Jember. “Saya menduga daging oplosan sudah dijual pula di daerah lain. Ini membahayakan karena daging sapi dioplos dengan babi dan kera,” kata Saifullah, Jumat (27/8) di Surabaya.

Pemprov Jatim, tutur wagub, sudah meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Peternakan, dan juga Badan Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) agar segera melakukan inspeksi mendadak ke pasar-pasar yang diduga memperdagangkan daging oplosan. Dinas Peternakan Jatim juga diminta lebih intensif melakukan pemeriksaan di rumah potong hewan (RPH).

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Suparwoko, menginformasikan telah mememrintahkan aparatnya untuk melakukan pemeriksaan di pasar-pasar yang terutama wilayahnya memiliki kawasan hutan dan pelabuhan. Suparwoko menambahkan, selain dicampur babi hutan dan kera, daging oplosan itu juga ada yang dicampur daging gelonggongan (daging yang diambil dari sapi yang mulutnya digerojok air agar bobotnya bertambah) dan daging busuk.

Temuan adanya daging oplosan itu terjadi beberapa hari lalu. Kala itu, Polres Jember menyita sekitar 400 kg daging oplosan. Penjual daging oplosan itu, bernama Suwondo, seketika ditangkap dan menjalani pemeriksaan.

Kepada petugas, Suwondo mendapatkan babi dan kera di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Selain di Jember, Suwondo yang warga Desa Wuluhan, Jember itu mengaku telah menjual daging oplosan ke daerah lain, yakni Bondowoso dan Lumajang. Wagub bahkan mendapat informasi, daging oplosan itu juga beredar di Bojonegoro.

Karena itu, semua aparat di kabopaten dan kota diminta melakukan pengawasan lebih ketat lagi. Dengan pengawasan ketat, pemprov berharap tak ada lagi masyarakat yang menjadi korban. (Arif Supriyono/Arif S/RoL)

Zakat Sebagai Pengurang Pajak Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Ketua Tim Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Irfan Syauqi Beik mengatakan, kesejahteraan masyarakat akan meningkat jika zakat menjadi instrumen pengurang pajak.

“Jika kebijakan tersebut dapat dijalankan, maka dampak positifnya akan lebih besar,” katanya dalam diskusi bertema “Sharing Informasi Pemberdayaan (SIP): Zakat Untuk Keadilan Sosial”, di Jakarta, Jumat.

Irfan mengatakan, ketika zakat menjadi pengurang pajak maka akan ada insentif dalam meningkatkan zakat sehingga ada proporsi yang pasti dalam pembagian zakat, yaitu kepada kaum dhuafa.

Ia juga berharap, Undang-Undang Pajak dapat dievaluasi agar proses integrasi akan berjalan dan negara akan terlibat lebih dalam lagi di pengelolaannya.

“Karena masalahnya saat ini adalah ego sektoral yang tinggi. Pajak merasa dimiliki oleh Direktur Jendral Pajak,” ungkapnya.

Ia mengatakan, zakat memiliki peran dalam perekonomian, di antaranya sebagai alat redistribusi pendapatan dan kekayaan serta sebagai instrumen pengentasan dan pemberdayaan dhuafa.

Menurut dia, pajak sama sekali tidak ada manfaatnya untuk rakyat sehingga nilai humanisme zakat sangat diperlukan.

Agama lain, katanya, juga boleh mengusulkan dengan tujuan yang sama asalkan memang diperuntukkan untuk rakyat, mau di audit, dan melalui proses politik. (ANT-006/B010/ant)

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday

My Video